Berjuang Dari Dalam

  • Whatsapp
Foto; Ketut Darpawan/zi

Oleh : Ketut Darpawan Hakim Pengadilan Negeri Palu

Palu, ZI – Kita bisa mencegah korupsi, memperbaiki keadaan, membangun kebiasaan-kebiasaan antikorupsi sebagai budaya tandingan sesuai kemampuan kita di tempat masing-masing.

Bacaan Lainnya

Yang punya kekuasaan kecil, lakukan interupsi sesering mungkin terhadap penyelewengan-penyelewengan, praktik-praktik korupsi mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar.

Yang punya kekuasaan besar ? langsung hajar dong!

Apa ada yang merasa tidak perlu menyibukkan diri dengan urusan yang tidak penting? —-> tidak penting apanya? membebaskan negara dari korupsi itu salah satu tujuan hidup yang sangat penting bagi aparatur negara. Bahkan boleh dibilang kita sekarang digaji salah satunya untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari korupsi itu.

Berujung konflik? —> tidak apa-apa. Dihadapi saja dan dikelola. Karena itulah ada ilmu manajemen konflik dan komunikasi. Tidak mungkin juga kita bekerja untuk menyenangkan semua orang atau agar disenangi semua orang. Tapi kalau niatnya tulus untuk kebaikan negara, orang lain akan memahami dan menghormati.

Beban pikiran? —-> apa ada orang yang bekerja dalam kelompok dengan sistem etik yang ketat tidak pernah merasa tertekan pikirannya? tidak ada. Tapi tekanan itu juga bisa dikelola.

Kita bisa menenangkan diri dengan morfin alami yang dimiliki tubuh. Namanya endorfin. Bisa kita dapatkan dari aktifitas ibadah, berserah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, olahraga, melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti menjalankan hobi, bersenda gurau, dsb.

Anggap saja bukan masalah berarti. Memang sudah kewajiban. Jika ada yang tidak senang kita mencegah dan menutup celah-celah korupsi, maka merekalah yang sedang bermasalah dengan dirinya.

Pos terkait