Fickry Fauzi Berharap Bantuan Tersedianya Peti Untuk Warga Meninggal Akibat Covid-19

Foto; Lurah Jatimulya Bekasi Fickry Fauzi/zi

Jatimulya, ZI – Untuk dapat terciptanya pelayanan terbaik terhadap warga masyarakat, maupun dalam antisipasi terjadinya antrian yang lama dalam  proses penguburan terhadap korban Covid-19 yang telah meninggal dunia seperti pada bulan lalu, maka  Lurah Jatimulya Fickry Fauzi berharap semoga ada yang berkenan menjadi donatur dan menantikan tersedianya peti mati untuk kebutuhan warga yang meninggal dunia akibat terkena Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Lurah Jatimulya, Fickry Fauzi kepada ZI pada hari Senin ( 2/8/21) baru baru ini saat dijumpai untuk wawancara di kantornya terkait upaya dan kendala yang dihadapi Kelurahan saat meningkatnya tingkat angka korban  yang terkena pandemi Covid-19 pada bulan lalu, dimana sebelumnya ada beredar isu dari warga masyarakat bahwa adanya pungutan pembayaran saat pemakaman warga yang terkena Covid-19 di TPU Mangunjaya Kabupaten Bekasi yaitu sebesar empat juta lima ratus ribu rupiah per satu orang.

Bacaan Lainnya

Namun demikian pada saat isu tersebut dikonfirmasi kepada Lurah Jatimulya,  Fickry sangat kaget dan merasa kecewa atas sikap dari warganya yang telah membuat isu yang kurang benar, karena pada masa pandemi Covid-19  ini, pihak Kelurahan Jatimulya berusaha melakukan segala cara dan pelayanan terbaik untuk membantu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya, serta  memberikan bantuan berupa obat obatan, vitamin maupun makanan untuk sehari hari secara gratis.

Fickry juga memaparkan bahwasanya isu tersebut merupakan hal tidak benar dan akibat dari miskomunikasi.

Seperti penjelasannya, “Memang pernah kejadian dimana ketika itu ada warganya yang telah meninggal dunia di rumahnya karena terkena Covid-19 dan tentunya informasi tersebut diketahui setelah adanya koordinasi dengan pihak Puskesmas Jatimulya, dimana ambulance dan peti mati sedang disiapkan, tetapi disebabkan pada saat itu tingkat angka kematian  Covid-19 sangat tinggi sehingga membutuhkan waktu dalam menyiapkan ambulans maupun peti mati, tetapi karena pihak keluarga dari warga yang telah meninggal tersebut mengambil langkah inisiatif sendiri untuk menyiapkan ambulans dan peti dengan alasan tidak mau menunggu terlalu lama, sehingga mereka menjadi swadaya sendiri dan membayarnya. Jadi tidak ada kita melakukan pungutan kepada warga,” tandasnya.

“Atas kejadian itu, saya sebagai Lurah Jatimulya tentunya  harus siap dan berkenan untuk menampung dan menerima pendapat maupun menghargai usaha dari warga untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, apalagi demi tujuan yang baik, terlebih untuk kepentingan warga masyarakat,” imbuhnya..

Dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini, Fickry menghimbau warganya untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dengan cara selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, selalu menjaga jarak, menghindari keramaian dan bilamana tidak ada urusan yang sangat penting sebaiknya jangan keluar rumah, dengan harapan agar mata rantai penularan Covid-19  dapat terputus secepatnya.

Lurah Jatimulya Tambun Selatan, Fickry Fauzi Ahmad Dahlan dalam wawancara tersebut juga mengatakan ke ZI, bahwasanya, “Untuk terwujudnya pelayanan publik dengan baik dan benar, kami siap untuk membantu warga  dalam pelayanan administrasi di Kelurahan dengan baik serta tanggung jawab tanpa dipungut biaya atau gratis,” serunya.

Pada kesempatan itu, Fickry menambahkan, “Sampai saat ini kita masih tetap melakukan vaksin kepada warga Jatimulya Tambun Selatan dengan tentunya setelah berkoordinasi dan bersinergi terhadap Puskesmas Jatimulya sebagai tenaga kesehatan maupun dengan Kepolisian setempat,” ujarnya menutup pembicaraan.

(Rolasta/Tim)

Pos terkait