Humas PA Kota Bekasi: Sebagai Lembaga Representasi Mahkamah Agung Siap Menjaga Marwah Peradilan

Foto; Foto; Humas PA Kota Bekasi Drs. H. Uman, M.Sy, (kiri) didampingi Bidang IT Cuzaintra Baros, ST, (tengah)/zi

KOTA BEKASI, ZINEWS | “Sebagai pegawai yang sudah teregistrasi dalam lembaga negara dan misi menjalankan undang-undang maka wajib taat dan patuh.”

Hal ini disampaikan Humas Pengadilan Agama Kota Bekasi Kelas 1A Drs. H. Uman, M.Sy, didampingi Bidang IT Cuzaintra Baros, ST, saat bincang-bincang seputar inovasi layanan bersama tim ZINEWS belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Uman menjelaskan, sebagai lembaga representasi dari badan peradilan Mahkamah Agung tentunya turut menjaga marwah serta melakukan segala bentuk upaya sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.

“Kita sebagai lembaga peradilan dibawahnya akan tetap melakukan upaya yang terbaik dalam segi pelayanan kepada masyarakat termasuk dalam memanfaatkan sistem teknologi dalam bentuk aplikasi, sehingga mempermudah setiap pencari keadilan yang datang,” ujar Uman dalam kesempatan itu.

Dalam sistem teknologi ini, Uman menjelaskan sangat membantu para pencari keadilan untuk mengikuti sidang secara online.

“Aplikasi ini kita sebut SIASAN (Sistem Aplikasi Antrian Sidang Online). Dan aplikasi ini ada di bagan website resmi PA Kota Bekasi di https://www.pa-bekasi.go.id/ . Aplikasi ini kita buat sejak pandemi Covid-19 hingga sekarang tetap digunakan Jadi tidak perlu harus datang ke pengadilan mengingat ada keperluan lain mungkin, tinggal akses saja,” kata Uman.

Sehingga lanjut Uman, segala bentuk inovasi layanan yang sudah ada saat ini akan tetap dikembangkan agar semakin baik kedepannya. Termasuk dalam upaya dalam menyamakan visi misi di PA Kota Bekasi sesama aparatur baik dari tingkat pimpinan dan semua jajaran. Tujuannya adalah untuk mempertahankan pelayanan yang sudah berjalan dengan baik selama ini.

Alasannya untuk mempertahankan, kata Uman, sejak mendapatkan piagam perhargaan Pencanangan Zona Integritas pada 2018 silam, kemudian keberhasilan dalam mempertahankan posisi 10 besar kategori II secara berturut-turut dalam pencapaian kinerja penanganan perkara berdasarkan SIPP pada 2019 lalu.

“Inilah yang menjadi alasan utama, dan harus kita jaga dan kembangkan lagi. Pada tahun 2020 PA berhasil juga mendapat predikat WBK dari Pengadilan Tinggi Agama Jabar, serta Sertifikat Akreditasi Penjaminan Mutu Badan Peradilan Agama untuk tahap I yang dilakukan pada bulan Oktober 2022 dengan nilai A (bintang 3). Dan untuk tahap II akan diadakan pada Oktober 2023, ujar Uman.

Disinggung keinginan PA Kota Bekasi dalam mewujudkan predikat WBBM, Humas Uman menanggapi, PA Kota Bekasi akan siap mengajukan jika sudah waktunya.

“Intinya PA Kota Bekasi akan terus berusaha semaksimal mungkin dengan kondisi yang ada. Karena terus terang dengan sarana yang kita miliki saat ini sungguh sangat terbatas, mulai dari gedung, area parkir yang sangat tidak memungkinkan. Walaupun demikian hal itu tidak mempengaruhi kita dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat, dan terbukti jumlah perkara di tahun 2022 sekitar enam ribuan bisa tereksekusi dengan jumlah hakim 11 (sebelas) orang.

Di akhir, pasca peristiwa yang terjadi di PA Lumajang akibat putusan yang tidak bisa diterima oleh pihak berperkara sehingga Ketua Majelis harus mengalami luka robek di pelipis kiri, sontak hal ini membuat Ketum PP IKAHI langsung mengeluarkan pernyataan sikap, Uman menyampaikan, bahwa semenjak dia ditempatkan di PA Kota Bekasi selama 5 (lima) tahun belum pernah terjadi.

“Tentu hal ini akan menjadi sebuah pelajaran buat kita. Dan untuk kesiapan secara internal tentu itu sudah pasti, namun kita berharap jangan sampai terjadilah ya,” tandasnya.

(raja)

Simak selengkapnya di:

Pos terkait