Indonesia Harus Persiapkan Pengembalian Benda-Benda Purbakala dari Belanda

Foto; Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon saat menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Republik Indonesia Mr. Lambertus Christian Grijns di Fadli Zon Library/Munchen-nr

JAKARTA, ZINEWS | Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Republik Indonesia Mr. Lambertus Christian Grijns. Dalam kunjungan ini, Fadli menyambut dengan mengajaknya melihat-lihat dan mendiskusikan berbagai macam koleksi buku dan seni yang ada di Fadli Zon Library.

Poin penting dalam diskusi tersebut, Pemerintah Belanda sudah sangat terbuka akan mengembalikan benda-benda purbakala dan cagar budaya yang pada masa kolonial dibawa ke negaranya.

Bacaan Lainnya

Dalam acara kunjungan ini, obrolan kedua belah pihak berjalan sangat akrab, Fadli menyediakan makan siang kesukaan Dubes Belanda. Lambertus yang sedang menjalani pola makan vegetarian, disuguhkan gado-gado, dia pun merasa senang dengan jamuan yang disediakan oleh Fadli. Menyambut niat baik pengembalian benda-benda purbakala tersebut Fadli menyarankan kepada pemerintah agar mempersiapkan berbagai macam yang diperlukan dalam rangka merawat dan menjadikan sarana pendidikan bagi masyarakat.

“Selain studinya kita juga harus mempersiapkan dimana tempatnya, kemudian bagaimana cara kita memamerkanya. Kita harus mempersiapkan diri, tetapi satu kemajuan besar dari pihak Belanda, mengatakan bahwa mereka sangat terbuka untuk mengembalikan aset-aset nasional kita,” papar Fadli di daerah Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (17/1/2023).

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini juga berpesan kepada pemerintah agar mempersiapkan studi yang mendalam guna menerima benda-benda yang akan dikembalikan. Tak kalah penting dari pada itu ahli-ahli di bidangnya juga harus dilibatkan. Menurutnya mempersiapkan orang yang ahli dalam bidangnya merupakan upaya menjaga dan melestarikan benda peninggalan nenek moyang.

“Benda-benda yang ingin kita ambil kembali dari pihak Belanda harus ada satu studi yang mendalam oleh orang-orang yang ahli, sebagai contoh kalau keris ya harus dengan orang yang ahli keris. Kalau tekstil kain ya ada yang ahlinya, begitu juga dengan patung-patung, candi-candi yang diambil dari Jawa Timur,” jelas Fadli.

(ssb/aha/zi)

Pos terkait