Kepsek Lama yang Visioner di Mata Siswa-Siswi SMAN 15

Foto; Tulus Rustam Purba/dok-zi

BEKASI, ZINEWS | Di pinggiran Kota Bekasi berbatasan dengan Kab. Bogor ada satu sekolah menengah atas negeri (SMAN) 15 yang juga berdekatan dengan tempat pembuangan sampah yang berasal dari Pemda DKI, tepatnya Pangkalan 6, Ciketing Udik, Kec. Bantargebang, Kota Bekasi.

Dengan letak SMAN 15 yang berdekatan dengan TPST tersebut seolah-olah punya kesan kumuh dan bau. Namun, banyak pihak belum menyadari, bahwa ternyata sekolah itu menyimpan sejumlah cerita yang cukup membanggakan dengan kualitas dan siap bersaing bersama sekolah-sekolah lainnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, diketahui bahwa SMA 15 dengan status Sekolah Garis Depan (SGD) yang diberikan oleh pemerintah pusat pada tahun 2016 lalu, juga menjadi sekolah rujukan dalam 5 (lima) tahun terakhir sejalan dengan prestasi yang berhasil diraih.

Dalam kesempatan itu, Tulus Rustam Purba (TRP) salah satu penggiat dan pemerhati pendidikan Kota Bekasi, mengaku sedikit terperangah dengan perubahan yang signifikan di sekolah tersebut.

Dia menyampaikan, bahwa maksud kedatangannya untuk mengetahui sejauh mana peran serta dan dukungan masyarakat sekitar sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Ini yang kedua kalinya saya ke sekolah ini, ternyata banyak sekali perubahan. Bagi saya, sekolah ini unik dan jauh berbeda dengan sekolah lainnya. Di sini kita bisa melihat aura sekolah yang akrab dengan lingkungan. Tanaman dan pepohonan yang terawat dan tertata. Taman dan lapangan dipadu beberapa kolam ikan, dan juga satu sangkar burung besar yang diletakkan memanjang di sisi selasar penghubung antar bangunan. Membuat suasana sekolah terlihat hidup dan asri,” ujarnya, Selasa (17/01/2023).

TRP menjelaskan, lingkungan yang sejuk dan pembangunan berkelanjutan di sekolah tersebut menandakan secara gamblang bahwa komunikasi internal antara sekolah dan masyarakat terutama orang tua murid berjalan dengan baik.

“Dengan adanya perubahan yang signifikan, tentu harus saling bersinergi. Artinya, semua program sekolah didukung sepenuhnya oleh guru, siswa dan orang tua siswa,” kata TRP.

Sementara beberapa siswa saat dimintai pendapatnya terkait pengalaman yang dialami selama mengecap pendidikan di SMAN 15, sebut saja Ade dan Iwan, siswa kelas XII, Chantika dan Anas, siswa kelas XI serta Mauli dan Zahra, siswa kelas X, mengakui sangat senang berada di sekolah tersebut.

Selain fasilitas dan sarana prasarana sekolah yang lengkap dan bagus, bersih, iklim sekolah yang nyaman dan bernuansa lingkungan, guru-gurunya juga baik, ditambah kepala sekolah yang tegas.

“Kita diajarkan berdisiplin, dan tidak boleh lupa beribadah. Tiap pagi menjelang pembelajaran, kita selalu melakukan shalat Dhuha bersama, kecuali hari Senin dan Jumat,” kata Zahra.

BACAAN LAINNYA

Mereka menyampaikan, bahwa guru-gurunya rajin dan baik. Jarang ada freeclass. Kecuali, kalau ada acara kegiatan sekolah atau sedang ada lomba. Selain itu tegas dan disiplin. Kepala Sekolah juga selalu hadir tiap pagi, nggak pernah absen kalo upacara Senin.

“Ibu Kepsek suka marah-marah, tapi sangat perhatian,” ujar Ade yang merupakan siswa berprestasi dalam olahraga Volly itu seraya mengenang saat dia diberi hadiah khusus oleh kepala sekolah saat menjadi juara di salah satu event olahraga karena membawa nama baik sekolah.

Selain siswa seorang guru BK yang berstatus tenaga honorer, didampingi salah satu guru lainnya, mengungkapkan bahwa sosok Ermayani Astuti (kepala sekolah-red), sebagai mantan kepala sekolah SMAN 15 Bekasi, dikenal pemimpin yang tegas, berdisiplin dan berinisiatif tinggi.

Walaupun baru 13 bulan mengajar di sekolah tersebut, namun dia memberikan apresiasi kepada Ermayani karena sangat care kepada para tenaga-tenaga honorer.

“Kita sebagai tenaga honorer, OB, sekuriti dan para guru nggak pernah terlambat menerima pembayaran honor, selalu on-time. Selain itu, ibu selalu aktif tiap kegiatan,” ujarnya.

Di akhir yang sangat menarik dari ungkapan para siswa, baik kelas X, XI, dan XII, bahwa ternyata sosok Ermawati Astuti selalu melekat dihati mereka, dan akan selalu merindukan kehadirannya walaupun sudah dipindahkan.

Sementara dengan kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) SMAN 15 yang baru sangat bertolak belakang dibanding Ermawati Astuti. Beberapa siswa yang ada dalam kesempatan itu menjelaskan, bahwa “secara umum belum mengenalnya. Bahkan salah satu siswa menjawab spontan, “Nggak pernah kelihatan. Upacara Senin juga gak ada, hanya tahu namanya saja, tapi belum pernah lihat wajahnya”. Dan hal tersebut membuat TRP menyimpulkan bahwa “hal ini bentuk kegagalan seorang Kepala Sekolah bila tidak pernah bersosialisasi kepada murid-muridnya.”

(*/raja)

Pos terkait