Kota Bekasi PPKM Level 3, Tanti: Ayo Vaksin dan Terapkan 5M

Foto; Kadinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati/dok_zi

Kota Bekasi, ZInews – “Ayo vaksin, taati protokol kesehatan (prokes) terapkan 5M sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Seperti :

  1. Selalu menggunakan masker;
  2. Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir;
  3. Menjaga jarak;
  4. Menjauhi kerumunan; dan
  5. Membatasi mobilisasi dan interaksi.”

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati, mengawali bincang singkat dengan redaksi ZInews di ruang kerjanya, Rabu (09/10/2022) sore.

Bacaan Lainnya

Bukan tanpa alasan, aturan tersebut dianjurkan untuk menyikapi lonjakan kasus yang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bekasi saat ini. Dikuatkan dengan Surat Edaran Nomor 443.1 /144/SET.COVID-19 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level-3 Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Kota Bekasi mulai tanggal 8 sampai 14 Februari 2022.

Sehingga Tanti mengatakan, Komite telah membentuk sebuah tim yang dinamakan Timwil (Tim Wilayah–red) tiga pilar terdiri dari Babinsa, Kamtibmas, kemudian Puskesmas sudah bekerja dan langsung berkoordinasi dengan tingkat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) masing-masing untuk memberikan edukasi kepada warga serta mengarahkan masyarakat agar segera melakukan vaksinasi.

“Jadi dengan tingginya kasus Covid-19 saat ini warga masyarakat tetap waspada. Yang belum divaksin agar segera melakukan vaksinasi kemudian taat dengan prokes. Adapun angka kematian dalam kasus Covid-19 rata-rata lansia atau usia 60 tahun ke atas karena memiliki komorbid atau penyakit penyerta,” ujarnya.

Terkait virus varian baru jenis Omicron saat ini Tanti kembali menjelaskan, salah satu kendala bersama kota dan kabupaten lainnya karena belum memiliki alat untuk mendeteksi jenis varian baru tersebut. Sehingga pihaknya harus bekerjasama dengan Pusat Penelitian Biologi LIPI Bogor.

Foto/dok_zi

“Untuk saat ini kita belum mempunyai alat untuk jenis Omicron. Ini menjadi kendala, sehingga sampel harus dikirim ke LIPI untuk diperiksa secara khusus setelah tahap PcR oleh kita. Itupun kuota terbatas, paling 5 sampai 10 dalam seminggu. Dan hasil akan kita terima kembali dengan memakan waktu hampir 2 minggu. Padahal dalam sehari saja sudah 2 ribuan kasus muncul yang positif berdasarkan koreksi hasil PcR. Artinya kita keteter juga jika dengan kondisi seperti ini. Tapi intinya jenis varian apapun itu akan tetap kita lakukan langkah-langkah pengobatan agar kasus tidak meningkat,” ucapnya.

Selain itu ia juga memastikan ketersediaan BOR untuk ruang isolasi, ICU di RS Pemerintah termasuk GOR Kota Bekasi yang disebut tempat Isolasi Terpadu.

“Untuk ruang isolasi 1.187 bad, yang sudah terisi 661 (55.69%), ruang ICU 137, yang terisi 39 (28,47%). Dan untuk Isolasi terpadu yang disediakan oleh Pemkot Bekasi yaitu GOR dengan jumlah 180 bad saat ini sudah terisi 14 orang,” tuturnya.

Namun, menyikapi meningkatnya kasus Covid-19 saat ini, Tanti mengaku optimis karena berbeda dengan gelombang ke 2 yang lalu. Menurutnya, bahwa realisasi dari vaksinasi yang dianjurkan pemerintah terbilang sukses. Sehingga hal tersebut bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

“Untuk saat ini sangat berbeda dengan gelombang ke 2 yang kemarin. Itu disebabkan karena belum adanya vaksin sehingga mengakibatkan kematian sangat luar biasa. Ini terbukti berdasarkan laporan data Kota Bekasi per tanggal 08 Februari 2022 dari jumlah penduduk 2.464.710 juta jiwa, kasus Covid-19 13.068 aktif. Kasus baru di angka 2.321. Kasus kematian 7, mulai 1 Februari sampai 8 Februari,” tuturnya.

Walaupun seperti itu lanjut Tanti, bukan berarti pihaknya lengah. Melalui Timwil selalu menggenjot agar target vaksinasi tercapai.

“Data untuk vaksinasi anak Dosis 1 mencapai 206.865 (87,17%), Dosis 2 mencapai 120.394 (50,73%), sementara untuk vaksinasi lansia Dosis 1 mencapai 92.069 (58,96%), Dosis 2 83.129 (53,24%) dan Dosis 3 23.828 (15,26%). Artinya kita masih tetap melakukan yang terbaik bagi warga Kota Bekasi, dan berharap segera bebas dari pandemi ini sehingga bisa melakukan segala aktivitas seperti sedia kala. Jadi sekali lagi lewat kesempatan ini bagi warga masyarakat Kota Bekasi ayo segera lakukan vaksin,” tandasnya.

Untuk diketahui stok vaksin yang tersedia saat ini dengan 3 jenis per tanggal 08 Februari 2022 sebanyak 143.648, ayo warga masyarakat Kota Bekasi segera lakukan vaksin di 47 Puskesmas sesuai dengan wilayah terdekat para nakes setia menunggu anda. Salam sehat..

(raja)

Pos terkait