Mental Berbagi Pada Masa Kesulitan Sekarang akan Perkuat Kebersamaan Masyarakat Majemuk  

Foto; Tokoh Masyarakat Sumut Dr. RE Nainggolan, MM dan Tuan Syech Ali Akbar Marbun serta team dalam hal ini Jadi Pane, S.Pd, MM, Pdt. Bambang Jonan, drg. Annita dan lainnya dibadikan saat selesa memberikan bantuan,/ist

Medan, ZI – Berbagi adalah anjuran semua agama, dengan mental berbagi di era kesulitan sekarang ini bisa memperkuat kebersamaan kita sebagai masyarakat yang majemuk. Hal itu ditegaskan oleh tokoh masyarakat Sumut yang juga Ketua N4J dan juga Founding RE Foundation serta anggota pengawas yayasan UHN Medan disela-sela acara pemberian bantuan Yayasan Surya Kebenaran Indonesia (YSKI), PT. Wilmar Group dan Peduli Sumut kepada 7 (tujuh) Pondok Pesantren dan Yayasan Masyarakat India Lintas Agama masing masing 1 ton beras di Gereja Betel Indonesia (GBI) Rumah Persembahan Jl. Jamin Ginting, Km 11,5, Medan, Kamis (16/09/21).

Bahkan pembina YSKI Dr. RE Nainggolan, MM, dalam sambutannya mengapresiasi Pdt. Bambang Jonan, selaku Pimpinan GBI dan Pembina YSKI yang senantiasa memberikan perhatian kepada sesama, tanpa membedakan latar belakang, suku, ras dan agama.

Bacaan Lainnya

“Dengan kerjasama Wilmar Group, YSKI dan Peduli Sumut ini maka hari ini kita dapat memberian bantuan kepada beberapa Pondok Pesantren dan Yayasan Masyarakat India Lintas Agama yang terdampak Covid-19 masing-masing 1 ton beras,” ujarnya.

Pemberian tidak ada hal lain, tetapi hanya karena merasa dan menyadari betapa saat ini semua mengalami kesulitan, khususnya murid-murid di Pondok Pesantren dan Yayasan Masyarakat India Lintas Agama. Untuk itulah YSKI berkolaborasi dengan Wilmar Group dan Peduli Sumut memberikan bantuan.

“Kita berharap ke depan bantuan kebersamaan ini terus kita lakukan sehingga kita tidak bisa diadu domba orang lain khususnya di Kota Medan yang merupakan kota yang sejuk, kota teduh, kota yang harus kita bagun secara bersama-sama seperti apa yang diharapkan Wali Kota Medan, Bobby Nasution,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Jadi Pane, S.Pd, MM, dengan menyebut dampak situasi saat ini membuat kondisi kita secara lokal dan nasional menghadapi kesulitan dalam banyak hal.

“Apa yang kami lakukan dengan YSKI, Wilmar Group, kita harapkan bisa membangun komunitas yang saling berbagi atas dasar persaudaraan kemanisiaan,” tutur Pengurus yayasan UHN Medan ini.

Dia berpesan agar bantuan jangan dinilai dari jumlah yang diberikan, tetapi lihatlah perhatian bersama untuk membangun kebersamaan.

“Di mana saat ini kesulitan harus kita hadapi bersama-sama tanpa melihat agama, sikaya atau miskin, baik rendah maupun tinggi, baik di pegunungan maupun di perkotaan semuanya mengalami kesulitan, karena itu mari sama-sama menghadapi kesulitan ini,” harapnya.

Sementara Pemimpin Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Syekh Ali Akbar Marbun, mewakili penerima bantuan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada Pondok Pesantren. Dia memaparkan tentang kasih sayang dalam ajaran Islam.

“Sayangilah mahluk yang ada di bumi ini, belajarlah kalian dari sikap Allah yang pengasih dan penyayang. Di hadapan kita ada yang mengasihi kita tanpa membedakan suku dan agama. Memang kita berbeda suku dan agama, tapi bukan untuk dibeda-bedakan. Kita berbeda suku agama ada Kristen, Islam dan Hindu dan lainnya itu berbeda-beda, tetapi kita harus sepakat dalam perbedaan dan bersatu dalam kebangsaan,” katanya.

Dia mengatakan agama tidak bisa disatupadukan, tapi harus sepakat semua dalam perbedaan. Dalam agama ada persamaan dan ada perbedaan, perbedaan jangan dibahas, tetapi mari bahas persamaan yang ada maka terjadilah kedamaian di muka bumi ini.

Hadir dalam acara itu perwakilan dari Pesantren dan Yayasan Masyarakat India Lintas Agama: yakni K. H. Amiruddin MS, Makkar Seba Sanggam, H Sakimullas, Ust. Safi, H Dedi Masri. Dari YSKI hadir Koordinator Kemanusiaan drg Annita, Indra Hutauruk, Ketua Panitia Peduli Sumut Jadi Pane, S.Pd, MM, dan lainnya.

(MR)

Pos terkait