Pelatihan 7 Budi Utama (ESQ) Wujudkan Pelayan PRIMA di RSUD Kab. Bekasi

Foto; Wakil Direktur Umum, Keuangan dan SDM sekaligus merangkap Wakil Direktur Pelayanan Dr. Lilah Muflihah, MH, Kes, saat membuka acara pelatihan Tujuh Budi Utama (ESQ)/zi

Bekasi, ZInews – Untuk mewujudkan sebuah pelayan PRIMA kepada masyarakat, maka RSUD Kab. Bekasi menggandeng ACT Consulting Partner In Culture Transformation (PT. Arga Bangun Bangsa) untuk melakukan sebuah acara pelatihan Tujuh Budi Utama (ESQ) tahap pertama yang diselenggarakan pada Rabu s/d Kamis (03-04/08/2022) tepatnya Grand Mulya Bogor Resort & Convention Hotel Kab. Bogor, Jawa Barat.

Menurut penjelasan Wakil Direktur Umum, Keuangan dan SDM sekaligus merangkap Wakil Direktur Pelayanan Dr. Lilah Muflihah, MH, Kes, ke ZInews bahwa tujuan utama dari pelatihan Tujuh Budi Utama (ESQ) sebagai salah satu upaya mendukung nilai-nilai Ber-AKHLAK yang menjadi Core Values atau panduan moral bagi ASN tidak terkecuali bagi karyawan BLUD atau non ASN di RSUD Kab. Bekasi.

Bacaan Lainnya
dok/zi

“Hal ini sangat penting, karena kita selalu bersentuhan kepada warga masyarakat. Artinya hubungan kita dengan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Jadi sangat dibutuhkan sebuah pembekalan sehingga ada terobosan dalam pelayanan. Pelatihan ini sebagai dasar untuk merubah mindset para peserta dalam waktu singkat. Dan Tujuh Budi Utama yang diterapkan adalah jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, Kerjasama, adil, dan peduli,” kata Dr. Lilah, Sabtu (06/08/2022).

dok/zi

Acara yang diikuti oleh 30 orang petugas IGD RSUD Kab. Bekasi ini, terdiri dari Dokter Umum, Bidan Ahli, Perawat Terampil, Bidan Terampil, Perawat Ahli, Perawat Terampil, Perawat Profesi Ners, Perawat Pelaksana, Pengadministrasian, Penerimaan dan Pengelola Data Informasi dan Hukum, langsung dibuka oleh Dr. Lilah Muflihah, MH, Kes, sebagai Wakil Direktur Umum, Keuangan dan SDM sekaligus merangkap Wakil Direktur Pelayanan dengan menyapa, “Semangat Pagi” dan disambut oleh para peserta dengan “pagi…Pagi…Pagi”.

Kemudian menyampaikan, maksud dan tujuan dari pelatihan tersebut agar para petugas IGD dapat merefreshkan (menyegarkan diri) sebagai upaya memulihkan semangat bangkit kembali dari pandemi Covid-19 yang sempat ramai beberapa tahun lalu.

“Pandemi covid-19 merupakan sebuah perjuangan dan perjalanan panjang yang dibarengi rasa duka karena telah merenggut nyawa dengan angka yang sangat luar biasa. WHO mencatat, korban meninggal akibat Covid capai 16,6 Juta Orang. Sementara tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan, ada sebanyak 751 dokter meninggal dunia selama pandemi Covid-19. Dan secara global di indonesia ada di angka 6 juta lebih yang meninggal. Jadi acara ini merupakan sebuah kesempatan agar para petugas IGD dapat merefreshkan (menyegarkan diri) sebagai upaya memulihkan semangat bangkit kembali dari pandemi Covid-19 agar tetap melakukan aktivitas dengan mengisi hati dengan lebih bermakna dan bermanfaat, membentuk jiwa yang lebih teguh dan tangguh, serta mencapai kualitas melayani lebih baik,” ujar Dr. Lilah.

dok/zi

Sebagaimana diketahui Dr. Lilah menambahkan ke ZInews, bahwa petugas IGD merupakan sebagai garda terdepan rumah sakit selama 24 jam.

“Mereka sigap selama 24 jam. Para petugas IGD ini tanpa lelah memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang datang berobat ke RSUD Kabupaten Bekasi, untuk mewujudkan slogan RSUD Kabupaten Bekasi yaitu Pelayanan PRIMA (Profesional, Ramah, Integritas, Mutu, dan Akuntabel,” ujar Dr. Lilah yang berdomisili di Jakarta itu.

Di akhir perempuan yang suka mengenakan hijab warna kuning itu menambahkan, tahap ke 2 (dua) pelatihan Tujuh Budi Utama ini akan diadakan kembali pada tanggal  24 – 26 Agustus 2022. Bahkan menurutnya ada alasan lain, bahwa Tujuh Budi Utama itu diambil dari permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Dan permasalahan tersebut senantiasa disebabkan adanya nilai yang dilanggar.

dok/zi

“Contohnya tugas yang terbengkalai karena masalah tanggung jawab tidak dipentingkan. Hutan-hutan yang dibabat habis karena tidak visioner. Pelanggaran dimana-mana karena kedisiplinan yang lemah. Perpecahan yang terjadi karena tidak adanya rasa persatuan. Termasuk permasalahan hukum karena nilai keadilan belum ditegakkan, dan masih adanya kesenjangan di kaya dan miskin karena kepedulian yang masih rendah. Jadi Jumat (05/08/2022) sudah diadakan secara virtual melalui zoom meeting di RSUD Kabupaten Bekasi yang diikuti petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang tidak mengikuti acara langsung. Dan semoga tahap ke 2 (dua) yang akan datang bisa bermanfaat dan berdampak luar biasa kepada yang mengikuti demi menciptakan pelayanan PRIMA,” tutup Wadir RSUD yang selalu ramah dan murah senyum itu.

Sekedar informasi, bahwa RSUD Kab. Bekasi adalah rumah sakit umum daerah milik Pemerintah Kab. Bekasi dan merupakan salah satu rumah sakit tipe B yang terletak di wilayah Kec. Cibitung, Kab. Bekasi, Jawa Barat.

Rumah sakit ini memberikan pelayanan di bidang kesehatan yang didukung oleh layanan dokter spesialis, serta ditunjang dengan fasilitas medis yang memadai. Selain itu RSUD Kab. Bekasi juga sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah Bekasi.

(yhana/adv)

Pos terkait